7 Cara Jeniusku Mengelola Keuangan Pribadi

Halo, teman-teman. Hari ini aku mau berbagi pengalaman menggunakan aplikasi Jenius sekaligus tips mengatur keuangan pribadi.

Tips mengatur keuangan ini pernah aku ulas di post ini, tetapi tidak ada salahnya aku detailkan dan tambah dengan pengalaman baru supaya teman-teman dapat mengikutinya. Mau tahu bagaimana caraku menggunakan aplikasi Jenius untuk mendukung aktivitas keuanganku? Keep reading!

Aku sering mendapatkan pertanyaan tentang pengelolaan keuangan pribadi. Manajemen keuangan pribadi bukan hanya cocok untuk para fresh grad yang baru mendapatkan pekerjaan pertamanya, lho. Justru kebanyakan yang aku lihat, teman-teman seangkatanku yang sudah cukup lama bekerja lebih membutuhkan panduan, karena semakin tua (tua?? apa??)  semakin banyak tanggung jawab, dan akibatnya, pos pengeluaran. Jadi, aku harap semoga tipsnya berguna untuk teman-teman yang berkarir atau berwirausaha di sini.

Kesibukan pekerjaan atau aktivitas akhir pekan kadang membuatku lupa untuk melakukan keperluan dasar keuangan seperti mentransfer uang, mengecek saldo, menyisihkan gaji untuk tabungan, dan pengelolaan lainnya. Belum lagi kalau aku harus meluangkan waktu bepergian di akhir pekan untuk ke kantor cabang bank (beberapa buka pada hari Sabtu setengah hari) untuk menyelesaikan urusan.

Memang zaman sekarang sudah banyak pilihan teknologi untuk mengurus keuangan. Tetapi sebagai wanita aktif, aku selalu tertarik mencoba cara baru untuk memudahkan hidup. Salah satu aplikasi yang harus wajib ada di ponsel pintarku adalah aplikasi pengatur keuangan. Yang aku mau adalah aplikasi cerdas (iya dong, kan pakai ponsel pintar juga, hehe) yang bisa multifungsi. Aku butuh catatan pengeluaran yang lebih praktis daripada harus menulis satu per satu di buku catatan (kamu masih melakukan itu?), bisa transfer uang secara mudah, dan ada fitur seperti bank juga misalnya investasi dan tabungan.

Ada ngga, tuh? Ada! Jenius solusinya.

Logo Jenius

Jenius itu apa sih, Kar?

Jenius adalah produk aplikasi dari BTPN yang berfungsi mengelola keuangan kamu dan mempermudah transaksi sehari-harimu. Dimiliki dan dikembangkan oleh BTPN, aplikasi ini aman, cerdas, dan sangat mudah digunakan.

Dengan meluncurkan aplikasi Jenius, BTPN ingin merangkul kita-kita nih para milenial. Dan fitur yang dikeluarkan pun nggak tanggung-tanggung, lho. Tidak cuma aplikasi, Jenius juga mengeluarkan kartu VISA, saudara-saudara. Komplit, memang solusi yang benar-benar jenius.

Bagaimana memulai menggunakan Jenius?

Aku menggunakan Jenius sejak 2017 akhir. Prosesnya simpel. Mendownload aplikasi, mengisi form registrasi di aplikasinya, lalu menunggu kedatangan tim dari Jenius ke tempat yang kamu pilih untuk verifikasi data kamu. Ini semacam proses pembukaan rekening bank, karena ketika akun kamu sudah aktif, kamu otomatis mendapatkan nomor rekening BTPN Jenius juga.

Sekarang, bank mana sih yang proses pembukaan rekeningnya semudah itu tanpa harus antre di kantor cabang, malah petugasnya yang datangin kamu di kantormu? Hmmm, Jenius #1.

Katanya tadi ada kartu VISA-nya. Bagaimana cara mengurusnya?

Proses pembuatan kartu VISA juga disebutkan saat petugas lapangannya memverifikasi data kamu, karena akan ditanyakan apakah kamu mau membuat kartu m-Card juga. Setelah kartunya jadi, kartunya akan dikirimkan ke alamat korespondensimu. Jadi, nggak perlu ke bank juga, kan?

Nah, buat teman-teman yang bertanya untuk apa kartunya? Sebetulnya sama seperti kartu VISA yang dikeluarkan bank-bank lainnya, kamu bisa menggunakannya sebagai kartu ATM dan kartu debit. Kalau kamu sering berjalan-jalan ke luar negeri, punya kartu berlogo VISA atau Mastercard itu penting lho, karena hanya perusahaan-perusahaan itulah yang saat ini diterima di payment point di banyak negara. Contohnya, di US pembayaran supermarket Walmart menggunakan mesin gesek yang hanya bisa membaca Amex, VISA, atau Mastercard. Kalau kartu debit yang biasa kamu gunakan di Indonesia tidak ada logo-logo itu, ya tidak bisa digunakan di mesin gesek tersebut.

Oh, ya, satu lagi yang kusuka, kartu VISA Jenius juga bisa digunakan untuk berbelanja online dari marketplace yang berinduk di luar negeri. Misalnya, beberapa bulan lalu aku membeli paket online course di Udemy. Pembayaran marketplace internasional biasanya menggunakan kartu kredit atau Paypal. Karena aplikasi kartu kreditku pernah ditolak dua kali, sampai saat ini aku belum punya kartu kredit. Tetapi, tidak masalah, karena yang penting kartu berlogo VISA dari Jenius ini dianggap sebagai kartu kredit (karena logonya dan juga karena memiliki 3 digit kode keamanan di baliknya), jadi aku lancar-lancar saja membayar tagihan online coursenya.

Oke, nih. Akunku sudah aktif. Kartunya juga sudah ada. What’s next?

Dicoba-coba dong, gengs, aplikasinya. Tampilan aplikasi Jenius menurutku cukup mudah dipahami, nyaman di mata, dan sistematis. Mulai dari loginnya saja, kamu sudah bisa menggunakan fingerprint jika ponsel pintarmu memang mendukung itu.

Fingerprint login

Terus, bagaimana mulai mengatur keuangan dengan Jenius?

1.Informasi Saldo

Mulai dari yang paling atas, yaitu informasi saldo, penting banget dong. Bagian ini informatif sekali karena ditunjukkan bagian-bagiannya. Contohnya, di aplikasiku (diumpetin angkanya, ya, daripada diumbar ke netizen hehehe) ada dari saldo aktif, kartu, dan save-it. Save-it ini fitur tabungan di aplikasi Jenius. Nanti aku jelaskan.

Dashboard Jenius

2. In & Out

Berikutnya, ada informasi tentang uang keluar masuk di In & Out. Naaaaah, awal mulanya aku tertarik mendaftar aplikasi Jenius adalah karena ini, nih, transfer ke mana saja bebas biaya transfer! Seru, ngga, tuh, kita bisa kirim uang ke nomor rekening bank lain tanpa ribet mikirin biaya transfernya (Rp6.500 per transfer berdasarkan data terakhir).  Ini salah satu fitur yang memudahkan hidupku banget karena untuk aktivitas transfer mentransfer, nggak usah ke ATM atau ke bank. Semua cukup dilakukan dari aplikasi di ponsel. Sambil menunggu angkutan, jam makan siang, atau saat lagi bengong. Gratis biaya transfer pula. Waktu dan uangmu berharga.

3.E-wallet Center

Dulu, pas aku daftar pertama kali, fitur ini belum ada. Mungkin baru sekitar pertengahan 2018 fitur ini live. Ini bukti bahwa Jenius betul-betul memperhatikan nasabahnya. Dengan makin banyaknya orang menggunakan e-wallet (dan merk e-wallet pun makin beragam), Jenius melihatnya bukan sebagai kompetitor tetapi malah sebagai peluang. Caranya dengan membuka fitur top-up e-wallet.

Fitur top-up e-wallet ini sangat berguna, lho, teman-teman. Jujur, nih, aku kecewa banget sama kedua jaringan besar minimarket di Indonesia. Nggak usah sebut merk ya. Di minimarket, seringkali saat aku mau top-up e-wallet, kasirnya bilang “mesinnya lagi offline”, atau, “belum siap”, atau “nggak ada jaringan”. Lah, bayangkan kerugian dia berapa dalam sebulan kalau sering menolak konsumen yang hendak mengisi ulang dompet digital mereka? Kan minimarketnya membuka fasilitas isi ulang untuk meningkatkan transaksi mereka. Tetapi, pelanggan malah dikecewakan. Dengan Jenius, aku nggak perlu lagi pulang dari minimarket dengan tangan hampa saat berniat untuk isi ulang. Cukup konek akun dompet digitalmu lalu isi dari Jenius setiap saat yang kamu mau.

E-wallet center

4. Card Center

Card center ini adalah dashboard untuk mengelola kartu-kartu kita. Aku punya m-card dari Jenius, dan di bagian ini ada menu untuk menampilkan nomor kartu dan kode keamanan (CVV) di bagian belakang kartu. Fitur ini berguna kalau kita belanja online. Sehari-hari, kartu VISA Jeniusku kutinggal di rumah. Aku hanya membawanya kalau bepergian ke luar negeri. Nah, jika aku sedang berada di luar rumah namun harus menyelesaikan pembayaran online yang mengharuskan aku menginput nomor kartu dan CVV, aku tinggal membuka menu ini deh dari Jenius. Praktis dan aman, dibandingkan jika kamu memotret atau mencatat nomor kartumu sembarangan.

5. Send It

Card center and Send it

Selain itu, di bagian ini, ada daftar kontak terakhir yang kita kirimi uang. Ada juga menu untuk menambahkan kontak baru. Dengan demikian, kamu tidak perlu mengingat atau copy paste nomor rekening orang lain setiap kali kamu membuat pembayaran. Kalau kamu sudah menyimpan nomor rekening orang itu di kontak Jenius kamu, tinggal tap saja. Mudah, kan?

Untuk sesama pengguna Jenius, transfer-transferan lebih mudah lagi. Ada username unik untuk tiap pengguna Jenius, disebut dengan cashtag. Ini adalah kode unik yang diawali tanda $. Jika orang yang hendak kamu kirimi uang sudah memiliki akun Jenius, tinggal kirim saja ke cashtagnya.

Ada satu fitur yang paling kusuka dari Jenius, yaitu isi saldo e-money. Aku naik bus Transjakarta tiap hari, dan naik KRL kalau sedang ingin jalan-jalan ke Bogor atau Kota. Daripada top-up e-money di minimarket (dengan kasus kekecewaan seperti top-up e-wallet), mending di Jenius, dong. Isi saja nomor rekening tujuan dengan nomor kartu e-money kamu, lalu ikuti proses transfer seperti biasa. Keisi deh kartumu.

6. Save It

Sebagai produk bank, Jenius memiliki fitur standar bank yaitu tabungan. Di Jenius, ada tiga opsi tabungan yang kamu pilih sesuai kebutuhanmu.

Flexi Saver
Produk saving Jenius

Ada Flexi Saver, yang aku coba di sini. Sistemnya sama saja dengan tabungan biasa. Kamu bisa setor dengan menu Top-up, atau menariknya melalui menu Tarik. Sangat praktis. Kamu bisa menabung tanpa harus ke teller untuk menyetorkan dana.

Yang kedua, ada Dream Saver. Sesuai namanya, Dream Saver ini untuk kamu yang termotivasi untuk membeli sesuatu di masa depan. Kamu tinggal memasukkan mimpimu dan jumlah yang harus terkumpul, lalu Jenius akan menghitungkan berapa kamu harus menyisihkan uang tiap hari sesuai dengan tanggal tercapainya.

Artinya, jika kamu mau nominal yang kamu inginkan tercapai dalam waktu lebih cepat, ya nabungmu harus lebih banyak dong, hihi. Fitur ini penting untuk teman-teman yang mungkin memiliki macam-macam pos pengeluaran sehingga jadi kurang disiplin untuk menabung demi mimpi. Padahal, rumah impian, mobil impian, atau liburan impian, bisa tercapai makin cepat jika kita rajin menabung. Dream Saver menghitungkan buat kamu, jadi nggak perlu pusing lagi, ya, merancang impianmu.

Yang ketiga, ada Maxi Saver. Maxi Saver ini adalah deposito. Karena deposito, tentu saja bunganya lebih besar dibandingkan Flexi dan Dream Saver. Menurutku, ini benar-benar Jenius. Aku memiliki tabungan deposito di bank lain, dan prosesnya itu jauh lebih ribet dibandingkan Jenius. Bayangkan, kamu harus ke bank, mengantre untuk bertemu CS, menandatangani ini itu. Sedangkan dengan aplikasi Jenius, prosesnya lebih mudah tanpa ribet.

7. Top-up saldo Jenius untuk mengontrol keuangan

Cara top-up saldo Jenius sangat mudah. Dan aku selalu melakukan ini sebulan sekali sebagai cara untuk mengontrol keuangan. Ada 4 cara top-up saldo:

  1. Karena setiap akun aktif Jenius memiliki nomor rekening BTPN, kamu tinggal transfer dari rekening bankmu ke rekening BTPN Jeniusmu. Ini cara yang paling sering kupakai supaya rekening belanja-belanji terpisah dari rekening gajian hehehe.
  2. Atau, melalui Jenius Live terdekat.
  3. Boleh juga setor tunai melalui teller di kantor cabang BTPN Sinaya atau Purna Bakti.
  4. Setor tunai melalui mesin TCR Jenius di Menara BTPN dan Kokas.

Dengan top-up saldo, ini bikin aktivitas belanjaku terkontrol dari satu tempat. Tidak seperti credit card yang bisa bikin kamu boros, Jenius menggunakan debit atau saldo, sehingga ya maksimum yang bisa kamu belanjakan adalah saldomu itu, yang tentunya bisa kamu atur sendiri biar jauh di bawah plafon kartu kredit.

(8, padahal judulnya 7 cara). Sebagai kreator konten, Jenius Co.Create menyediakan info dan inspirasi buatku

Nah, kalau ini tidak berhubungan langsung dengan pengelolaan keuangan, sih, tapi ada banyak konten seru yang bisa kamu baca di Co.Create. Salah satunya, yang baru-baru ini adalah event Hackathon 2019 dan Co.Creation Week. Hackathon adalah perlombaan membuat fitur (harus coding tentunya) sesuai dengan tema. Jenius Co.Creation Week juga menyuguhkan acara-acara menarik, bahkan ada yang buat keluarga, yaitu Coding for Parents and Kids. Minggu lalu aku ada tes IELTS, sih, jadi tidak bisa hadir di acara yang pastinya seru banget ini.

Kamu bisa cari tahu lebih banyak event mendatang, tips, atau post menarik lainnya di Jenius Co.Create.

Kesimpulan

Tuh, banyak sekali, kan, fitur-fitur aplikasi Jenius yang bisa membantumu mengelola keuangan? Perencanaan keuangan memang membutuhkan manajemen pribadi yang kuat, agar tidak mudah goyah melihat berbagai godaan untuk menjadi besar pasak daripada tiang. Jenius membantuku mengefisienkan waktu dalam bertransaksi digital. Seluruh transaksiku aman dan tercatat di dalam sistemnya. Jadi selain memudahkanku untuk double check, aku dapat melihat ke mana saja larinya uangku. Memang shock therapy yang paling efektif adalah melihat ‘kepergian’ uang kita yang terpampang nyata. Kemudian, fitur tabungannya sangat praktis dan berguna. Kamu-kamu yang anti berhutang bisa memanfaatkan Dream Saver untuk merencanakan masa depanmu sejak sekarang. Sementara kalian yang menyukai deposito atau sekadar menabung biasa, Jenius juga menyediakannya.

Manfaat-manfaat itu yang membuatku betah menggunakan Jenius hingga sekarang. Oh, ya, satu lagi, sistemnya sangat stabil. Aku belum pernah melihat error atau aplikasinya tidak bisa diakses. Dengan stabilitas seperti itu, aku jadi makin percaya kepada Jenius. Memang menurutku Jenius berhasil menjaga ekspektasi para nasabahnya untuk menjadi pengguna setia.

Nah, sekarang giliranmu untuk memulai mengatur keuangan menggunakan Jenius. Download appnya dari Playstore atau AppStore. Daftar sekarang, dan nikmati fitur-fiturnya yang memudahkan.

Jenius, isn’t it?

Until next time,

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *