My Natural Skincare Regime

Hello, everyone! Welcome back to my blog. ~meniru para youtuber yang #welkambektumaicenel

Berabad-abad yang lalu saya pernah posting soal perjalanan saya menjadi natural skincare addict. Karena kesibukan ini dan ono, yang menjadi alasan standar untuk menghindar dari rutinitas ngeblog, maka baru kali ini lho saya bisa post apa aja produk yang saya gunakan sehari-hari.

Walaupun judul post ini adalah “skincare”, tapi saya juga memasukkan produk shampoo dan kondisioner karena cuma 3 dan ga post-worthy kalau harus dimasukkan ke dalam post terpisah. Oke, daripada berlama-lama, mari kita lanjut ke produk-produknya.

Post ini akan dibagi menjadi 2 bagian (sepertinya kebiasaan saya selalu menjelaskan pembagian postnya ya), yaitu natural regime dan not-so-natural regime. Sebetulnya, produk-produk yang saya gunakan sehari-hari paling tidak memenuhi beberapa unsur di bawah ini:

  • tidak mengandung SLS/SLES
  • tidak mengandung paraben

Kemudian, untuk beberapa produk terutama yang diaplikasikan di wajah, saya tambahkan syarat-syaratnya menjadi:

  • tidak menggunakan pewarna tambahan
  • tidak menggunakan pewangi tambahan

Produk-produk yang memenuhi keempat syarat dasar saya di atas akan saya masukkan ke dalam natural regime. Sedangkan produk seperti kondisioner yang tidak mengandung SLS/SLES dan paraben, jadi hanya 2 syarat utama, saya masukkan ke dalam not-so-natural regime, dikarenakan mereka masih mengandung pewarna dan pewangi. Jujur, sih, kalau untuk rambut saya harus yang wangi-wangi.

Tipe kulit saya adalah kombinasi.  Di bagian pipi normal, sedangkan di daerah T berminyak dan pori-pori besar di sekitar hidung. Sangat sering melihat sebaceous filaments keluar dari pori hidung jadi harus dijaga kebersihannya semaksimal mungkin biar ga berubah menjadi blackhead apalagi jerawat. Produk-produk yang saya gunakan di sini terbukti efektif untuk saya, tetapi belum tentu untuk kamu. Jadi, hanya gunakan post ini sebagai media sharing dan bukan referensi untuk kulit kamu, ya. ~disclaimer cantik

Begitu. Yuk, cus langsung ke natural regime.

Rutin natural saya terdiri dari 11 produk di atas. Wiiiih, banyak ya? Apakah menerapkan 10-step of Korean beauty routine? Ngga juga. Saya suka yang praktis dan kalau bisa sih cuma 3 langkah aja, hehe. Bahkan videonya Michelle Phan tentang night beauty routine ini masih ada yang saya skip, yaitu moisturizer. Eits, jangan nyinyir dulu, guys. Biasa kan kalau ada yang skip moisturizer pasti dinyinyirin beauty netijen hahaha.

Dari video mbak Michelle, saya terapkan yang Cleanse, Treat, Tone, dan Nourish ajah. Kita bahas sesuai urutan ini aja, yah. Penomoran yang saya gunakan di gambar di atas lebih karena enak komposisi di fotonya aja dan dari kiri ke kanan, bukan urutan pemakaian.

A. Cleanse

Saya menggunakan #2 dicampur dengan #3 dan #4, lalu dilanjutkan (kadang-kadang) dengan #10. Berikut produknya:

2.  Borges Grapeseed Oil

Saya pakai grapeseed oil karena setelah rutin research di Pinterest dan internet, grapeseed oil katanya bagus untuk oily skin dan acne-prone skin. Grapeseed juga memiliki manfaat untuk membantu penyembuhan bekas luka, jadi tampak lebih halus. Untuk praktisnya, grapeseed oil ini jadi bisa menghilangkan bekas jerawat dengan pemakaian rutin.

3. Essential oil Nusaroma: tea tree oil

Tea tree oil bermanfaat sebagai antibakteri dan antifungal, sehingga meningkatkan manfaat grapeseed oil untuk kulit berminyak dan berjerawat.

4. Essential oil Nusaroma: frankincense oil

Frankincense itu kemenyan. Di salah satu IG post saya pernah menulis soal mengapa saya menambahkan frankincense oil ke dalam rutin saya.  Frankincense dari zaman Babilonia kuno sudah digunakan dan memiliki manfaat untuk anti-aging. Berhubung usia saya sudah late twenties, produk anti-aging menjadi salah satu investasi saya.

Bagaimana cara pakainya?

Saya membuat cleansing oil sendiri. Di suatu botol yang dikhususkan untuk ini (ga akan digunakan untuk produk lainnya gitu lho, guys), saya membuat campuran #2 + 5 tetes #3 + 5 tetes #4. Grapeseed oil sebagai basenya saya siapkan cukup banyak. Maaf, saya nggak pakai takaran ilmiah untuk bikin cleansing oil. Yang jelas, tea tree oil itu kalau kena mata pedih, jadi saya kurangi dari yang dulu bisa sampai 10 tetes untuk porsi yang sama. Dulu bahkan pernah pakai peppermint oil dan nyesel kalau sudah untuk bersihin area mata.

Kemudian, campuran cleansing oil ini dikocok merata, lalu diteteskan beberapa drop di telapak tangan. Setelahnya, diusapkan ke wajah sambil dimassage. Seneng lho, lihat foundation dan pensil alis bersih dan luruh. Lalu,  templokin handuk hangat ke muka untuk bantu melarutkannya, dan usap bersih.

— Double Cleansing

Karena saya penganut double cleansing, saya melakukan langkah di atas 2x. Atau, jika ingin cepat, langkah di atas hanya 1x, berikutnya dilanjutkan dengan produk #10.

10. Himalaya Gentle Exfoliating Daily Face Wash

Himalaya ini salah satu lini drugstore yang mengusung konsep no-SLS, no-paraben, no-phtalate. Di awal-awal journey, karena belum berani pakai produk natural macam-macam, hampir seluruh produk saya Himalaya. Scrubnya enak, terasa bersih tapi tidak kesat ditarik. Karena scrub, jadi saya pakai paling seminggu 3x. Kalau yang ini habis, rencananya saya akan beli facial wash nya saja karena nggak butuh-butuh amat untuk scrubnya.

B. Treat

Treat adalah menggunakan masker. I love face masks. Beberapa waktu lalu saya sempat gandrung dengan sheet mask, tetapi tidak bertahan lama karena masih banyak yang memakai bahan-bahan tambahan misalnya paraben. Jadi, saya kembali lagi ke yang natural. Masker saya ada 2 macam, yaitu #1 dan #5.

1. Mask Republic Oat Rosemary

Saya kenal merk ini udah cukup lama, hampir 3 tahunan. Dulu sempat jadi resellernya juga sewaktu di Balikpapan, tetapi ngga bertahan lama karena saya bosenan, akhirnya dipakai sendiri. Konsepnya unik dan sederhana, yaitu memadukan oatmeal yang bermanfaat menghaluskan wajah, dengan rosemary sebagai antiseptik dan antijerawat. Pemakaiannya cukup dicampur air lalu diratakan di wajah sampai kering, kemudian dibilas. Kadang saya mencampurnya bukan dengan air tetapi rose water + witch hazel toner (#8).

5. Byprimrosee After Long Day Mask

Byprimrosee ini adalah salah satu merk yang akhirnya nyantol di kuping saya namanya sejak getol menunjukkan kepada dunia (halah) bahwa saya pengguna skincare natural. Akibat algoritma Instagram yang tentunya merekam apa aja yang saya like atau comment, atau mungkin kecanggihan Google yang tahu pin natural skincare apa saja yang saya save di Pinterest, merk ini akhirnya muncul di feed saya dan saya follow. Begitulah, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Dalam alam spiritual ada yang namanya Mestakung (Semesta Mendukung), atau synchronicity by the Universe. Kalau dalam dunia search keyword, ada yang namanya targeted ads yang ujung-ujungnya serasa menjadi kebetulan, pas sedang mencari produk natural, pas juga muncul di feed kita. Pemakaiannya mudah, karena sudah berbentuk paste/cream, cukup ratakan saja di wajah, tunggu kering lalu bilas. Kandungan Spirulina dan activated charcoalnya memang saya incar untuk bersihkan pori,

C. Tone

Toner yang saya gunakan ada 2, yaitu di nomor #7 dan #8.

7. Face Toner dari Kencana Bodyworks

Mengandung witch hazel extract yang didewa-dewakan di sono dengan merk Thayers (beauty enthusiast pasti tahu ini) dan rose water hasil distilasi. Face toner ini saya gunakan dengan cara pat pat pat ke muka langsung tanpa kapas. Penggunaannya setelah acid toner. Acid tonernya di mana? Lanjut baca ke yang not-so-natural ya.

8. Cuka apel (ACV) + air

Ini acid toner ala ala yang dulu saya bikin sendiri karena masih ragu soal COSRX. Cara buatnya simpel, larutkan saja cuka apel dengan air mineral. Saya lupa perbandingan %v/v nya berapa. Cuka apel mengandung mallic acid, jadi cukup membantu membunuh kuman dan regenerasi kulit. Sayangnya, saya rasa ini kurang nampol, dan saat itu juga mulai teracuni untuk beli COSRX yang AHA + BHA, akhirnya ini saya pakai sesekali saja sebelum #7.

Ingat, acid toner dulu baru non-acid toner ya.

D. Nourish

#6. Naturalhut Vitamin E oil

Dulu iseng saja beli ini saat masih riset soal DIY skincare. Vitamin E oil khusus yang digunakan secara topikal (bukan oral alias bukan diminum). Ini saya gunakan di area sekitar mata dan di permukaan bibir selama tidur malam.

Sekarang, saya sudah jarang pakai ini karena sudah mengonsumsi vitamin E dari Natur-E secara oral tiap malam, jadi nggak perlu-perlu amat untuk vitamin E oil.

Sudah itu aja, tidak ada moisturizer khusus yang saya gunakan karena kulit saya anggap cukup moist setelah pakai toner.

Extra but the Most Important at Day: Suncare

Nah, di pagi hari, saya nggak seribet itu untuk menggunakan cleansing oil.  Paling saya hanya gunakan toner air mawar dan witch hazel tersebut, lalu diikuti dengan sunblock.

Sunblock saya adalah keluaran Kencana Bodyworks.

Saya menggunakannya karena bahan-bahan zinc oxide dan bahan alami lainnya. Ngga ada oxybenzone yang merupakan chemical sunscreen. Kelemahan produk ini adalah modelnya yang dicolek. Karenanya, saya selalu cuci tangan sebelum colek-colek sunscreennya, supaya mengurangi kontaminasi bakteri di sunscreen (harapannya, soalnya nggak bisa diukur juga, kan).

E. Scalp Care

Ini nih yang belum dibahas di atas, yaitu scalp care. Ada  2 produk shampoo di gambar di atas, yaitu #9 dan #11.

9. Molokafarm Shampoo Seledri

Uh yeah, baby! Samponya unik banget, kan, seledri? Saya juga nemu ini waktu ikutan bazaar The Local Market, cek my IG post.

Dulu saya trauma dengan castile soap karena sewaktu pakai castile soap untuk keramas, rambut saya lepek luar biasa sampai dikira nggak keramas. Lepeknya itu shiny berminyak bikin jijik gitu, lho, guys. Mungkin karena reaksi esterifikasi setelah saya bilas dengan cuka apel. Lagipula, castile soapnya somehow nggak berbusa to the level of ngga kerasa bersih sama sekali. Tapi, Molokafarm membalikkan rasa kecewa saya karena berbusa banyak tanpa SLS/SLES! Jreng jreng banget kan. Dan komposisinya ada sari seledri yang membantu membersihkan scalp serta mengurangi ketombe. Saya nih ketombean parah karena jamur. Scalp saya sangat sensitif ke jamur Malasezzia ini sehingga kalau berkeringat dikit dan tidak keramas akan langsung gatal dan berketombe. Tetapi, demi kesehatan rambut, saya juga nggak tiap hari keramas. Saya bikin jadwal Rabu, Jumat, dan Minggu malam untuk keramas. Selain karena nggak baik untuk scalp, juga konservasi energi (air dan listrik untuk hairdryer), dan waktu (capek banget ngeringin rambut pake hairdryer, panjang rambut saya).

11. Petal Fresh Scalp Treatment Shampoo

Dari seluruh produk di atas, cuma ini yang saya paling nggak rela untuk beli. Mihil, cuy! Tetapi memang cukup berbusa dan mild di scalp. Sama seperti Moloka seledri, dia tipenya bisa bersihin scalp untuk melawan ketombe.

Tetapi, ini kan impor. Kalau ada pilihan artisan lokal, saya akan coba yang artisan lokal aja nextnya. Selain itu, saya pernah coba juga Organic Care berbagai varian. Enak sih, tapi ya itu, impor.

Petal Fresh ini harumnya enak tea tree, kemudian terasa bersih di scalp. Memang saya anti SLS/SLES, tapi kalau keramas kerasa ga bersih, apalagi saya gampang ketombean, rasanya kok gengges ya. Makanya untuk shampoo ini saya selektif, ga mau sembarangan produk natural.

Oke, sudah clear yah produk natural apa saja yang saya pakai tiap hari. Berikutnya, kita ke “not-so-natural” regime.

Cuma 4 aja, dibandingkan dengan 12 di atas, he he.

Nah, kita bahas urut nomor saja ya, karena step by stepnya untuk wajah sudah dijelaskan di atas.

  1. Sunsilk conditioner Soft & Smooth.

Ini paling simpel dan ada di minimarket sekitar rumah kamu. Saya pakai condi ini karena mengandung berbagai oil dan harumnya enak banget. Masih mengandung berbagai aditif kimia sih, tapi ya sudahlah, daripada saya mesti blender avocado untuk condi hueheuehue.

2. COSRX AHA BHA Clarifying Treatment Toner

Nah, ini salah satu jagoan saya walaupun ga pure natural. Kalo dari komposisi di botolnya sih ga mengandung paraben, pewangi, dan pewarna, ya. Saya pakai ini karena tergoda racun duniawi untuk menggunakan acid toner di wajah. Terbukti…masih kurang nampol, gengs. Next kalau ini abis saya mau coba yang Power Liquid, lah.

3. NIVEA Eye Make Up Remover

Kembali lagi, karena saya nggak mau nemplokin cleansing oil yang mengandung tea tree oil ke area mata apalagi untuk bersihin mascara. Pedih, kakak!

Saya pilih Nivea ini karena setelah quick comparison di supermarket, komposisi dia memenuhi 4 syarat saya di atas. Kalau merk tetangga dan micellar water masih mengandung ini ono.

4. Lucido-L Triple Beauty Vitamin Oil

Mengandung fragrance, tapi dia masih masuk ke kategori nonSLS/SLES dan nonparaben di atas. Wanginya enak bangeeeet dan mengandung banyak vitamin. Saya punya resolusi 2018 untuk rambut lebih shiny dan soft, dan si Lucido-L ini membantu biar shiny, soft, dan wangiiiii.

Bonus info!

Ada satu lagi konsumsi oral yang saya gunakan tiap malam yang belum disebutkan di atas. Di atas saya cuma mention tentang Natur-E, kan? Nah, ada satu lagi. Buat para beauty enthusiast pasti sudah tahu atau pernah dengar.

Biotin.

Yes, biotin adalah salah satu vitamin B yang membantu kesehatan rambut dan kuku. Ini demi resolusi #shinyhair2018 lagi, guys. Memang belum ada uji klinisnya banget banget, dan mungkin seperti suplemen lainnya, kadang efeknya placebo juga. Tapi memang rambut saya tampak cling cling sih belakangan ini, hehe.

Ok, guys, terima kasih sudah membaca sampai sejauh ini, ya. Share dong skincare routine kalian di komen.

Follow my IG @dslangit as well, ya.

 

Cheers and have a good weekend,

Sekar

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *